Showing posts with label Seputar Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Seputar Kesehatan. Show all posts

Kalau KB Gagal, Akan Terjadi Baby Boom

Angka kelahiran pada wanita usia subur di Kabupaten Purworejo sebesar 2,37, artinya bahwa  rata-rata setiap wanita usia subur memiliki anak 2 sampai 3 orang. Keadaan ini  secara matematis menunjukkan bahwa jumlah penduduk akan bertambah lebih cepat, karena setiap 4 (empat) menit akan akan terjadi kelahiran 2 (dua) orang bayi. 

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Purworejo, Suhar, dalam pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Kabupaten Purworejo, di Desa Dewi Kecamatan Bayan, Sabtu (3/12).

Lebih lanjut dikatakan bahwa keberhasilan pembangunan khususnya di bidang Keluarga Berencana, yang pada tahun-tahun sebelumnya telah dapat memberikan sumbangan yang signifikan dalam pengendalian jumlah penduduk, pada beberapa tahun terakhir ini cenderung mengendor. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terasa meningkat.

Kondisi ini apabila tidak diantisipasi dengan seksama, menurutnya, tidak menutup kemungkinan bahwa pada kurun waktu 10 sampai 15 tahun kedepan akan terjadi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, atau sering disebut sebagai  “baby boom”.  “Sehingga kalau itu terjadi, berarti beban negara akan semakin berat dalam memenuhi berbagai kebutuhan dasar penduduk, disamping akan menambah beban pula bagi masyarakat untuk membangun negaranya, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan,”ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati minta adanya upaya menggerakan masyarakat, melalui kelompok-kelompok kader pembangunan di desa untuk menjadi penggerak masyarakat dalam pembangunan kesejahteraan keluarga, karena keluarga merupakan cermin kekuatan masyarakat, Bangsa dan Negara. “Semua keluarga di Kabupaten Purworejo harus ditingkatkan kualitasnya agar menjadi pilar pembangunan yang kokoh, sejahtera dan bermartabat,  menuju hari esok yang lebih baik,”tandasnya.

Ketua penyelenggara Ny Yaminah Suhar SH mengatakan, pelaksanaan pencanangan HKG PKK-KB-Kesehatan pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di kabupaten. Namun untuk tahun 2011 pencanangan dilaksanakan di Desa Dewi. Dipilihnya desa Dewi tersebut, karena Desa Dewi keluar sebagai juara I lomba GSIB tingkat kabupaten tahun 2010.

Sedangkan tujuan pencanangan HKG PKK-KB Kesehatan Tahun 2011 secara umum  untuk meningkatkan cakupan pelayanan berkualitas dalam program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Keluarga Berencana dan Kesehatan. Hal ini sebagai upaya mendukung Milenium Development Gools (MDGS). Adapun tujuan secara khusus kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan untuk meningkatkan kemitraan PKK BKB-PP, Dinkes, Bapermasdes, dan Organisasi Kemasyarakatan sampai tingkat bawah.

Dalam pencangan tersebut juga dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis dan pelayanan KB gratis di Puskesmas Pembantu desa Dewi. Diantaranya berupa pelayanan KB implan sebanyak 72 alat kontrasepsi, 6 suntik, dan 5 IUD. Disamping itu dibuka stan-stand pameran hasil olahan dari ibu-ibu PKK desa Dewi,  seperti makanan tradisional khas desa. 
 
Sumber : http://www.purworejokab.go.id/

Keluhan Masyarakat Terhadap RRSH, Banyak Karena Kesalahpahaman

Keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Saras Husada (RSSH) Purworejo, relatif hampir sama dari waktu ke waktu. Baik yang disampaikan melalui SMS pengaduan publik bernomor 081 56 88 0000 yang dikelola Pemkab Purworejo, maupun yang muncul di media massa.
 Penilaian tersebut disampaikan Kabag Organisasi dan Aparatur Setda Purworejo Bambang Sugito SH, saat melakukan klarifikasi lapangan terhadap SMS pengaduan di RSSH, beberapa waktu lalu. Tim klarifikasi yang dipimpin Bambang, diterima ketua tim penanganan pengaduan masyarakat RSSH Dr Julience T Purba MPPM, di aula RSSH.

Lebih lanjut Bambang Sugito mengatakan, banyaknya pengaduan yang masuk menunjukkan bahwa masyarakat sayang dengan RSSH. “Karena gedungnya sudah megah, masyarakat ingin pelayanannya juga bagus,”katanya.Ia juga menyarankan agar RSSH menimba pengetahuan dari rumah sakit swasta. Karena selama ini, sangat jarang SMS pengaduan yang ditujukan ke rumah sakit swasta.

Sementara Dr Julience menjelaskan bahwa banyak keluhan yang disampaikan ke RSSH akibat kesalahpahaman. “Misalnya, ada pengunjung yang masuk di luar jam besuk melalui pintu yang tidak seharusnya. Ketika ditegur oleh satpam, mereka justru marah,”ungkapnya.

Demikian juga mengenai dokter poliklinik yang datangnya siang, sehingga pasien harus menunggu lama. Ternyata masyarakat belum tahu kalau dokter harus visite ke pasien yang rawat inap dulu atau menangani pasien yang perlu penanganan segera, sebelum melakukan praktek di poliklinik.

Sedangkan keluhan mengenai bidan yang galak, Julience berkilah bahwa rata-rata setiap harinya bidan menangani 10 pasien jampersal. Sehingga mungkin karena kondisi capek, ketika ada pasien atau keluarganya yang melakukan sesuatu yang tidak pas, langsung ditegur. “Namun semua masukan dan kritik dari masyarakat tetap kami terima dengan baik, dan kita lakukan perbaikan-perbaikan,”katanya.

sumber : http://www.purworejokab.go.id/

Kepala BKKBN Pusat Resmikan 6 Balai Penyuluhan KB


Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR Dr Sugiri Syarief MPA, meresmikan balai penyuluhan KB, di Kecamatan Purwodadi, Selasa (15/11). Dalam kesempatan itu, juga hadir Sekretaris Utama BKKBN Pusat DR Sudibyo Ali Moeso MA, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Drs Sri Murtiningsih MS.

Enam Balai Penyuluhan KB UPT BKBPP yang diresmikan yaitu Balai Penyuluhan KB Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Loano, Kemiri, Pituruh dan Bruno. Pembangunan 6 balai tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) bidang KB sebesar Rp 1.192.400.000. Disamping untuk pembangunan balai penyuluhan KB, juga digunakan untuk 150 paket sarana kerja PLKB yang dipergunakan oleh seluruh pengelola program KB di lapangan. Juga BKB kit untuk kader kelompok BKB dan obgyn bed untuk klinik KB. Rencananya tahun 2012 juga akan dibangun Balai Penyuluh KB UPT Kecamatan sebanyak 7 unit, dan pada tahun 2014 diharapkan 16 kecamatan sudah mempunyai Balai Penyuluh KB.

Sebelum meresmikan Balai Penyuluhan KB, Kepala BKKBN melihat langsung kegiatan pelayanan KB dan kesehatan secara gratis. Antara lain pemasangan alat kontrasepsi bagi 176 akseptor baru yang digelar di gedung kecamatan Purwodadi. Kepala BKKBN juga melakukan peninjauan stand UPPKS yang menjajakan hasil karyanya.

Plt Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Purworejo menyadari betul arti pentingnya program Keluarga Berencana bagi kelangsungan dan masa depan bangsa. “Oleh karena itu, kami sangat mendukung setiap program dan kegiatan yang berkaitan dengan program KB. Hal ini bisa dilihat dari dukungan kelembagaan beserta sumberdaya manusianya, anggaran, maupun peran serta aktif dari masyarakat,”ungkapnya.

Menurutnya, dukungan tersebut muncul, karena menyadari betul kondisi kependudukan yang ada saat ini menjadi tantangan pembangunan yang cukup berat yang dihadapi bangsa Indonesia. Sehingga sangatlah wajar apabila komitmen untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk perlu terus dibangun, dijaga dan dibina. “Karena apabila gagal dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk, maka akan membawa implikasi tekanan sosial ekonomi yang semakin berat,”katanya.

sumber : www.purworejokab.go.id

Desa Endemis Malaria Terima Kelambu


Sebagai langkah antisipasi meningkatnya penularan penyakit malaria, desa-desa endemis malaria diberi bantuan berupa kelambu. Penyerahan secara simbolis kelambu dan SOP (Standart Operating Prosedur) penanganan penderita malaria dengan isolasi / steril dalam pelaksanaan program pengendalian malaria tersebut, dilakukan Bupati Purworejo pada upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 47 di halaman Setda Purworejo (12/11). Masing-masing penerima simbolis kelambu diantaranya Kepala Puskesmas Dadirejo, Kepala Desa dan kader malaria Desa Hargorojo (Bagelen), Kepala Puskesmas Kaligesing, Kepala Desa dan kader malaria Desa Somongari Kecamatan Kaligesing.

Bupati Drs H Mahsun Zain MAg yang membacakan sambutan Menteri Kesehatan mengatakan berbagai program terobosan untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu telah dilancarkan. Antara lain dengan ditingkatkannya program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Persalinan (Jampersal), dan dilaksanakannya program Bantuan Operasional (BOK) untuk Puskesmas. Program Jamkesmas dimaksudkan agar masayarakat miskin dan tidak mampu memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan sosial ekonomi. Jampersal agar ibu hamil yang tidak mempunyai jaminan kesehatan memperoleh jaminan untuk antenal, persalinan, postnatal, dan KB pasca persalinan.

Sedang program BOK untuk mendukung kegiatan operasional Puskesmas agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, utamanya upaya promotif dan preventif. ”Rangkaian kegiatan HKN ke 47 yang dilaksanakan di Pusat dan di daerah, hendaknya memaparkan lebih banyak kegiatan, dukungan, dan kemasyarakat dan  peranserta seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha dalam pembangunan kesehatan,” harapnya.

Selain kegiatan upacara tersebut juga dilaksanakan kegiatan malam tasyakuran HKN dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk oleh dalang H Mukidal PWH SKM MM di halaman Dinas Kesehatan. Dalam pagelaran wayang kulit malam itu mendatangkan pelawak Barmi Kantong dan Nano Asmorodono dari Yogyakarta.  Hadir dalam tasyakuran Assisten III Sekda Purworejo drh H Abdulrahman dan beberapa pejabat terkait.  Malam tasyakuran sekaligus penyerahan hadiah pemenang lomba HKN dan tali asih bagi pegawai-pegawai di lingkungan DKK Purworejo dan RSUD Saras Husada yang telah purna tugas.